
Malam merayap pelan. Sunyi merasuk sampai ke relung hati, aku duduk di tepi sungai depan rumah, memandang bintang-bintang yang gemerlapan. Langit itu, begitu jauh. Seberapa jauhkah ujungnya? Orang mengatakan langit tak ada ujung, seperti halnya surga yang tak ada akhir.
Aku membayangkan jika aku bisa melesat tegak lurus ke angkasa, akan aku cari ujung langit. Aku terbang melintasi bintang-bintang, terus, terus, terus dan terus. Mungkin aku akan sampai pada suatu tempat di langit, dimana aku merasa seakan-akan aku diam tak bergerak sama-sekali, dan aku tak melihat apa pun kecuali tubuhku sendiri yang kaku, mematung, berpose terbang ala Superman, padahal pada kenyataannya aku masih sedang melesat bermiliaran kali kecepatan cahaya. Jika memang langit tak berujung, perjalananku menuju ujung langit sama artinya dengan menggantungkan diri di langit. Selamanya aku akan tergantung dengan perasaan hampa. Terus melesat dengan tujuan yang sia-sia, percuma, tak ada apa pun, abadi, tiada akhir, terus, terus dan terus.
Teman-teman, tolong jawab keraguanku, akan seperti itukah kehidupanku nanti di akhirat yang kekal
(sebagai seorang muslim aku harus yakin akan surga yang dijanjikan-Nya)?
… continue reading this entry.
Aku masih mencintai istriku, tak pernah redup, tak pernah mati. Empat tahun hidup bersama, perasaan cinta ini masih tetap sama seperti dulu, menggebu. Dan aku sangat tak rela jika dia harus jadi milik lelaki lain. Tidak, sekalipun hanya ujung rambutnya. Sebaliknya, istriku dari dulu tetaplah sama: ia tak pernah bisa menutup-nutupi rasa cemburunya yang terlalu. 

Saya bukan termasuk orang yang percaya ramalan bintang. Tapi, satu hal yang saya sadari: saya lahir tanggal 25 Agustus, berbintang virgo dengan mengibarkan ikon perempuan. Klop banget, saya memiliki hati yang rentan serta dua mata yang mudah berlinang jika melihat suatu hal yang menyedihkan. Bukankah yang demikian itu sifat bawaan perempuan? Ah, saya menganggap ini hanya kebetulan belaka. Tidak ada sangkut paut antara sifat saya (yang mirip perempuan itu) dengan zodiak. Toh, banyak lelaki virgo lain di dunia yang sifatnya justru jauh dari kesan perempuanisme. Kamu pasti kenal penyanyi legendaris bernama Iwan Fals, kan? Kamu juga kenal bintang keren pemeran film Matrix bernama Keanu Reeves, kan? Keduanya sama-sama berbintang virgo.
Makhluk pada photo di samping ini, yang punya nama SupraFit itu, adalah sosok yang telah begitu banyak menguras isi dompet saya. Bukan karena dia sering sakit- sakitan lantas tiap hari jadi pasien bengkel, bukan juga karena ia rewel minta tiap hari dijajanin BBM yang harganya melambung tinggi, melainkan karena sudah 30 bulan saya terus menerus keluarkan duit Rp. 550.000 untuk menebusnya agar resmi jadi milik saya. Dan apabila saya terlambat membayar 3 bulan, misalnya, itu makhluk niscaya kembali ke tuannya. 28 bulan sudah saya lewati.
Akhir bulan November pertengahan musim hujan. Di saat cahaya purnama menebar di pucuk pepohonan, rumput di tengah alun-alun bergoyang dihembus angin gunung. Kerikil-kerikil kecil di jalan basah oleh gerimis yang turun sesaat sebelum sang surya tenggelam, kini berkilauan ditimpa cahaya bulan. Barisan lampu listrik 5 watt di setiap halaman rumah membantu sang bulan menerangi malam, kerlap-kerlip cahayanya di antara celah-celah daun. Rumah Wira berdiri megah di tepi alun-alun. Halamannya luas, dikelilingi pagartembok setinggi 2 meter. Mantan kepala desa ini akan marah besar kalau kemegahan rumahnya dihubung-hubungkan dengan status lamanya sebagai bekas orang nomor satu di Pasirbambu.



