Diding adalah kakak saya yang paling beda. Karakternya pendiam, ia bukan termasuk tipe orang yang menyenangkan jika diajak bicara. Tetapi meskipun begitu, pergaulannya luas sekali. Ia mudah diterima kelompok pemuda di mana pun, sekaligus mudah juga untuk disakiti dan dilukai.
Menurut apa yang pernah saya baca di artikel-artikel psikologi, barangkali Diding itu termasuk seorang yang perfeksionis. Ia menginginkan segala hal tampak sempurna di matanya. Tak heran, dalam keadaan apa pun, ia senantiasa menjaga dirinya untuk selalu rapi, tertib dan tidak urakan. Jangankan melihat ruangan berantakan serupa kapal pecah, melihat ada barang tergeletak di tempat yang salah saja bisa membuat pikirannya kalut ingin segera mengembalikan barang tersebut pada tempat yang semestinya.
Lanjut membaca

1997. Kami diserahi empat bidang kebun karet oleh tauke untuk disadap secara bergiliran. dua bidang pertama letaknya di samping dan belakang bedeng, kami berdua menggarapnya dalam satu hari, mulai dari jam enam pagi sampai jam dua belas siang, dilanjutkan kembali usai sholat ashar sampai pada kira-kira kami masih punya kesempatan mandi sebelum burung titiru berbunyi. Esok harinya, kami menyadap dua bidang lain yang lokasinya cukup jauh dari bedeng. Untuk sampai ke sana, kami harus melewati hutan repuh serta berbidang-bidang karet kepunyaan tauke lain. Ada sebuah lokasi khusus di antara dua bidang kebun terakhir ini yang di kemudian hari saya namai “istana”. Asal nama istana berawal ketika saya menemukan sepetak tanah kosong tanpa ditumbuhi semak belukar atau pun pepohonan. Uniknya, di tengah petakan tersebut ada tanah tumbuh serupa miniatur gunung. Di sepanjang lereng gunung kecil tersebut dipenuhi lubang semut seukuran jempol kaki. Sementara, tanah di sekelilingnya nyaris penuh dirambati oleh rumput padang setinggi lutut. Entah kenapa pemandangan itu mengingatkan saya pada istana-istana jaman purbakala. Lanjut membaca
Reblogged from Dengan Novel Ini Aku Ingin Balas Dendam:
Novel ini menghadirkan banyak tokoh. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh di dalam novel saya dengan nama pembaca atau nama orang-orang terdekat di hati pembaca. Semasa proses kreatifnya, tiap-tiap nama itu terlintas begitu saja di pikiran, dan saya tak pernah berniat ingin merendahkan atau menjatuhkan nama tertentu dengan melekatkannya pada karakter-karakter buruk di novel saya itu.
Berikut di bawah daftar nama yang tertulis di novel saya.

DENGAN NOVEL INI AKU INGIN BALAS DENDAM
Penulis: A. Ranggasetya
Genre: Remaja (Romance)
Penerbit Kalika
ISBN: 978-979-9420-28-2
Halaman: iv + 268 lembar
Harga: Rp. 42.000,-
Pengantar Penerbit:
Novel ini unik karena menghadirkan banyak tokoh, “menyentil” berbagai karakter unik manusia dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Latar cerita novel ini terinspirasi dari suasana tanah kelahiran sang penulis, yaitu di sebuah kampung di kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Lanjut membaca

“Mang, aku belum punya pacar. Tapi jika Allah mengijinkan, aku akan menikah tanpa harus pacaran lebih dulu.”
Itulah jawaban dari keponakanku yang laki-laki. Dahulu, ketika saya bertanya siapa pacarnya.
Lanjut membaca

JANGAN BOSAN, JANGAN LELAH, JANGAN BERHENTI MEMOTIVASI AKU
Itu adalah status Facebook yang pernah saya baca. Kalimatnya menyadarkan saya bahwa yang namanya motivasi itu sifatnya selalu sementara. Sehebat apa pun, setegar apa pun, sekuat apa pun kalimat motivasi tertanam di dada, suatu saat akan melemah pula tertampar kerasnya perjuangan.
Lanjut membaca

