
Saya mengenal Mandiangin lebih dekat ketika Aan (anak Pak Usup yang humanya tak jauh dari huma kami) mengajak bermalam di rumahnya di dusun. Aan membujuk saya, katanya malam itu tetangga depan rumahnya akan mengadakan pesta pernikahan dengan acara organ tunggal, dan saya agak terkejut ketika mendengar prihal acara organ tunggal ini. Pasalnya setiap ada acara hajatan, entah itu marhabahan, sunatan atau perkawinan, pasti ada hiburan organ tunggal. Tidak hanya mereka yang kaya saja, orang miskin pun kalau perlu gadai ini-itu untuk memeriahkan hajatannya dengan organ tunggal.
Lanjut membaca

