Rasanya, sepanjang usia aku tak akan pernah bisa melupakan kegiatan ini, kegiatan yang rutin kulakukan setiap sore. Ini tentang kebersamaanku dengan Setya, anakku.
Kegiatan apa? Jalan-jalan?
Jalan-jalan sore mengendarai sepeda motor bersama Setya memang menyenangkan. Angin yang menampar lembut wajahnya semakin membuat dia ceria, dan dia paling suka mengumbar senyum ke mana-mana. Ada saja hal-hal baru yang memikat perhatiannya, untuk kemudian dia nyerocos bertanya ini itu sampai ke akar-akarnya. Kemarin, misalnya, dia heran melihat umbul-umbul berderet di tepi jalan, aku bilang sebentar lagi akan ada agustusan. Apa itu agustusan? pawai, jawabku asal-asalan. Pawai itu apa? Semacam pesta, untuk memeringati kemerdekaan. Merdeka? Merdeka itu menang. Menang apanya? Menang berperang melawan penjajah. Siapa penjajah? Orang jahat. Kenapa jahat?
Huwaaaaaa… aku kewalahan.
Sebisa-bisa, dan dengan kesabaran yang dipaksakan, aku menerangkan makna kemerdekaan. Pastinya Setya tak akan mengerti, tapi biarlah… semakin dia nyerocos bertanya ini itu, semakin gembira hati kecilku.
Tapi… bukan! Bukan kegiatan jalan-jalan yang paling tak terlupakan olehku. Ada kegiatan lain yang lebih mengesankan di hatiku: memandikannya. Yap, memandikan Setya.
Ketika tubuh mungil kutelanjangi, dia bergelinjang geli. Ketika kusiramkan air sumur ke ubun-ubunnya, dia berjingkrak sambil mengusuk-ngusuk mukanya dengan cepat. Ketika kulumuri tubuhnya dengan sabun… Ketika kupaksa dia menggosok giginya… Ketika kubungkus tubuhnya dengan handuk… Ketika kupasangi tubuhnya pakaian yang baru… Ketika kulumuri wajahnya bedak bayi… terasa ada getar di dadaku. Getar yang hebat, menjalar sampai ke sanubari. ”Kau, anakku. Betapa aku bangga menjadi ayahmu, Nak!”
memang ada sensasi tersendiri ketika memandikan anak2, saya juga paling suka tuh, dan itu hanya bisa dinikmati sampai usianya sekitar 6tahunan? setelahitu udah besar udah ga mau dimandiin lagi hehehe
salam buat De Setya pak…
cerdas sekali De Setya, kritis banget nanyanya… heheh
semoga selalu sehat sekeluarga…
Apa itu agustusan?
agustusan itu adalah tanggal 17 agustus, biasa disingkat agustusan. dan tepat hari itu aku ulangtahun, setya..
hehehhehehe
*mbantuin ki dedes njawab
beruntunglah setya memiliki ayah yang senantiasa ada untuknya. beruntung pula karena ayahnya selalu sedia menjawab setiap pertanyaannya.
Dek Dedes, nggak perlu merasa kata-katamu mungkin tidak dimengerti setya. setiap pertanyaannya jawablah saja. kelak ketika besar dia akan mengerti
(pengalaman saya sendiri ketika kecil dijelaskan oleh ibu, ketika besar saya mengerti dengan sendirinya, karena walaupun saya masih kecil tetapi kata-kata ibu saya itu terekam begitu saja dan ketika tiba masa saya sudah memahami banyak kata saya ingat semua kata-kata ibu dan langsung mengerti).
betapa sangat berterima kasih dan bersyukurnya ketika sadar bahwa dia memiliki ayah yang selalu bersedia menjawab rasa ingin tahunya yang besar.
aku hanya memberi saran saja,,
banyak kata yang di ulamng seperti:”ketika”…
he”..:)
Merinding baca posting ini, Des!
ikatan antara orang tua dan anak memang tak terbantahkan. Ada rasa hangat, ketika sang anak membuat kita bangga…ah, rasa itu juga yang saya rasakan ketika memeluk Risa atau bahkan hanya sekedar mengingatnya…
*sumpah, jadi pengen nangis*
ayah juara satu… terharuuu…
Oh..tenggorokanku tercekat baca posting ini. Sangat menyentuh dan mengharukan.. d.~
love this note