Temans, pernahkah ketika bangun pagi-pagi melihat istrimu duduk termenung di dapur, wajahnya berkabut duka, lalu dengan lesu ia menghidupkan kompor minyak seraya bergumam lirih: ”Persediaan makanan habis, mau masak apa aku untuk suami dan anakku?”

Temans, aku minta maaf sudah lama tidak blogwalking lagi. Betapa sangat menyesal saya tidak bisa berkunjung balik ke blog temans. Ah, berat rasanya aku harus berterus-terang mengenai satu hal: dengan alasan klise soal ekonomi, saya nggak sanggup lagì mengelola blog ini.

Temans, aku pusing memikirkan harga getah karet yang sebulan terakhir ini tiba-tiba merosot jatuh dari 13 ribu per kilo, sekarang tinggal 7 ribuan. Bertambah merana hatiku mendengar kabar tauke (pemilik kebun karet yang kusadap) akan meliburkan penyadapan selama krisis harga berlangsung. Jadi, jika aku berhenti menyadap karet, dari mana pula aku bisa mencukupi kebutuhan hidup keluargaku sehari-hari?

Temans, sampai jumpa di lain hari yang bahagia. Doakan aku agar sukses secara lahir dan bathin.